Belajar Shibori: Seni 'Batik' Asal Jepang
Berkarya Membuat Batik Shibori sebagai Inovasi Pembelajaran Ragam Hias Geometris dan Pelestarian Budaya Batik bagi Peserta Didik Di SMP Global.
Bagi guru di SMP Global, pembuatan batik Shibori adalah salah satu upaya menumbuhkan kreativitas dan sebagai suatu inovasi dalam memahami berbagai macam teknik berkarya seni rupa. Dalam mata pelajaran Seni Rupa dan Prakarya, terdapat materi terkait ragam hias dan seni tradisional Indonesia, maka sangat penting bagi peserta didik untuk memahami jenis ragam hias tidak hanya melalui menggambar, tetapi juga dengan belajar membatik.
Lalu kenapa kami memilih shibori yang berasal dari Jepang adalah karena teknik ini mulai populer juga di Indonesia. Bahkan, banyak pengrajin lokal yang menggabungkan shibori dengan budaya batik tradisional kita, menciptakan kreasi yang disebut batik shibori.
Ada banyak sekali teknik shibori, mulai dari yang sederhana seperti miura shibori hingga yang rumit seperti kanoko shibori. Setiap teknik menghasilkan motif yang berbeda-beda.
Dan pada pembelajaran kali ini, trainer kami Nadlroh As-Sariroh yang kebetulan pegiat berbagai pembuatan ragam batik, ecoprint dll, dan telah membagikan ilmunya di banyak daerah di Nusantara bahkan dunia, mengenalkan anak-anak kami dengan teknik Itajime Shibori, yakni salah satu teknik shobori dengan cara kain dilipat geometrik, seperti kotak atau segitiga. Lalu diikat dengan menggunakan tali atau karet, kemudian dicelup pewarna. Teknik melipat, mengikat dan mencelup dalam pembuatan batik shibori akan mempengaruhi motif yang akan dihasilkan oleh bentuk lipatan.
Hasil pembuatan batik shibori yang dilaksanakan di SMP Global, menciptakan berbagai motif dan warna batik. Pembelajaran dengan batik shibori adalah inovasi kegiatan di luar kelas yang menyenangkan dan lebih membekas pada pengalaman belajar peserta didik, yang mana peserta didik membangun pengetahuan, sikap maupun keterampilan berdasarkan pengalaman yang diperoleh dalam proses pembelajaran.
Sejarah Shibori: Dari Jepang Kuno hingga Populer di Seluruh Dunia
Shibori berasal dari kata Jepang “shiboru,” yang berarti memeras, mengikat, atau melipat. Teknik ini pertama kali muncul di Jepang pada periode Nara (710–794 M), menjadikannya salah satu teknik pewarnaan kain tertua di dunia. Di masa itu, kain shibori sering digunakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah yang tidak mampu membeli kain mahal seperti sutra. Mereka mengikat dan mewarnai kain katun untuk menciptakan pola-pola indah yang menyerupai kain mewah.
Motif-motif shibori awalnya terinspirasi oleh alam, seperti awan, air, dan tanaman. Setiap daerah di Jepang mengembangkan gaya shibori yang berbeda, sesuai dengan tradisi dan preferensi lokal. Misalnya, di wilayah Arimatsu-Narumi, shibori menjadi sangat terkenal dan terus diproduksi hingga kini.
Seiring waktu, teknik shibori berkembang dan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari kimono hingga dekorasi rumah. Pada abad ke-20, shibori mulai dikenal di luar Jepang dan menjadi populer di dunia fashion internasional. Hingga kini, shibori masih dipraktikkan dan dihargai sebagai bentuk seni yang unik.
Shibori di Indonesia
Meskipun shibori berasal dari Jepang, teknik ini mulai populer juga di Indonesia. Bahkan, banyak pengrajin lokal yang menggabungkan shibori dengan budaya batik tradisional kita, menciptakan kreasi yang disebut batik shibori. Misalnya, di Magetan, ada batik shibori Nawangsari yang menggunakan teknik shibori untuk menghasilkan batik dengan motif-motif yang menawan. Kreativitas seperti ini menunjukkan bahwa seni bisa terus berkembang dengan menggabungkan berbagai budaya.
Beragam Teknik: Ada banyak sekali teknik shibori, mulai dari yang sederhana seperti miura shibori hingga yang rumit seperti kanoko shibori. Setiap teknik menghasilkan motif yang berbeda-beda.
Motif Shibori: Keindahan dalam Lipatan
Shibori adalah teknik pewarnaan kain tradisional Jepang yang menghasilkan motif-motif unik melalui proses pengikatan dan pencelupan. Motif-motif ini sangat beragam, tergantung pada teknik pengikatan yang digunakan. Berikut beberapa jenis motif shibori yang populer:
1. Kanoko Shibori:
* Motif: Bercak-bercak bulat atau oval.
* Cara: Kain dilipat dan diikat secara acak dengan benang.
2. Kumo Shibori:
* Motif: Mirip jaring laba-laba.
* Cara: Kain dilipat secara kompleks dan diikat dengan benang untuk membentuk pola tersebut.
3. Arashi Shibori:
* Motif: Garis-garis diagonal seperti gelombang.
* Cara: Kain dililitkan pada sebuah pipa secara diagonal dan diikat.
4. Itajime Shibori:
* Motif: Geometrik, seperti kotak atau segitiga.
* Cara: Kain dilipat dan diikat dengan menggunakan balok kayu sebagai cetakan.
5. Miura Shibori:
* Motif: Sederhana, seperti garis lurus atau zigzag.
* Cara: Kain dilipat secara sederhana dan diikat dengan benang.
Bagaimana? Tertarik untuk mencoba shibori? Kamu bisa mulai dengan bahan-bahan sederhana seperti kain katun putih, pewarna kain, dan tali atau benang untuk mengikat. Eksplorasi berbagai teknik pengikatan dan lihat hasilnya setelah dicelup! Siapa tahu, kamu bisa membuat kain shibori yang keren untuk dijadikan baju atau aksesoris unik. Selamat mencoba dan ekspresikan kreativitasmu!

Bu, mewarnai kain lagi yaa tahun ini. Soalnya seru banget bisa mencampurkan warna warna ke kain dan jadi nya bagus banget + seru, ayo bu buat lagi…..
Bu ayo mewarnai batik lagi, Soalnya seru banget.
Ayo buat yang lebih banyak, dengan teknik yang lain.
Sangat kreatif sekali murid² nya bisa membuat batik.